Tampilkan postingan dengan label kajian tematik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian tematik. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2025

[Kajian Tematik] Bersandar hanya kepada Allah - Ustadz Rosyid

 Bersandar hanya kepada Allah

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah




Ali ‘Imran ayat 159, Allah ﷻ berfirman:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 "Apabila engkau telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."
(QS. Ali ‘Imran [3]: 159)

  • “Apabila engkau telah bertekad” → artinya setelah mempertimbangkan segala urusan dengan matang dan beristikharah.

  • “Maka bertawakallah kepada Allah” → yaitu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah, tanpa takut gagal atau menyesal, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.

  • “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal” → Allah menanamkan kecintaan dan penjagaan khusus bagi hamba yang percaya penuh kepada-Nya.

→ Manusia masih sering menggantungkan diri kepada orang lain , padahal kalaupun mereka memberi kebaikan untuk kita, maka kemudahan itu juga disebabkan oleh taufiq dari Allah

QS Al-An‘am ayat 17

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(QS Al-An‘am [6]: 17)

⇒  Ketergantungan penuh kepada Allah:, Hati seorang mukmin tidak bergantung pada makhluk, tapi hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.

Hadits mulia Rasulullah ﷺ yang disampaikan kepada Abdullah bin ‘Abbas 

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Suatu hari aku berada di belakang Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:

“Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat:
Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.
Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah; bila engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.

Ketahuilah, jika seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (takdir telah ditulis).”
(HR. Tirmidzi, no. 2516 – hasan shahih)

⇒ Tawakal dan ketergantungan total hanya kepada Allah.

QS Az-Zumar ayat 36

 أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ … 

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya? 


Hukum tawakal kepada Allah adalah wajib, dan tawakal kepada orang lain dengan yakin bahwa pertolongan makhluk itu juga disebabkan oleh Allah, maka hukumnya pun tetap wajib 


QS Al-Furqan ayat 58 

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

“Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Hidup, yang tidak akan mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.”

⇒ Sandarkan hati kepada Yang Tidak Pernah Mati, karena siapa pun yang engkau sandari selain Dia — akan pergi.

Bertawakallah kepada Allah, niscaya hidupmu tenang dalam penjagaan-Nya.


QS Āli ‘Imrān ayat 122

إِذْ هَمَّتْ طَّائِفَتَانِ مِنكُمْ أَن تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Ketika dua golongan di antaramu hampir saja gentar (dan ingin mundur), padahal Allah adalah penolong bagi keduanya. Karena itu, hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.”
⇒ Kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan, tetapi oleh pertolongan Allah.


Tawakal sebagai identitas bagi orang yang berserah diri

Para ulama menjelaskan bahwa agama ini berdiri di atas dua pokok besar:

  1. Ibadah kepada Allah (menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya)

  2. Bertawakal kepada Allah (berserah diri sepenuhnya kepada-Nya dalam segala urusan)

Maka dari itu, sebagian mereka mengatakan:

“Agama seluruhnya adalah isti‘ānah (meminta pertolongan) dan ‘ibādah (penghambaan);  dan tawakal mencakup keduanya.”
(Ibnul Qayyim – Madarijus Salikin)

⇒ Tawakal dan kembali melakukan ketaatan adalah satu paket ibadah yang harus diperhatikan dan terpisah

→ Pasrah bukan tawakal. bersandar pada Allah sejak awal . dan Allah akan beri banyak kebaikan bagi prang yang bertawakal


Faedah orang yang bertawakal

  1. Akan terhindar dari godaan syaitan 

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau (wahai Iblis) tidak mempunyai kekuasaan atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Pelindung (Wakil).”
(QS Al-Isra [17]: 65)

⇒ Bentuk perlindungan Allah dari gangguan syaitan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu berdoa:

‘Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’
(Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga (dari keburukan).

Lalu setan menjauh darinya, dan berkata kepada setan lain:
Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga?"(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad – hadits hasan shahih)

  1. Allah akan cukupkan rezeki 

Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal,
niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki;
ia pergi di pagi hari dengan perut kosong, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

  1. Allah akan mencukupkan apa yang menjadi hajat kita

Siapa yang bertawakal, akan Allah cukupkan 

  1. Allah akan masukkan kedalam syurga tanpa hisab

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:   قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:

"عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ، وَالنَّبِيَّ وَلَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، إِذْ رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِي، فَقِيلَ لِي: هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ، فَنَظَرْتُ، فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ، فَقِيلَ لِي: هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَمَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ."

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Nabi ﷺ bersabda:

“Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat (para nabi).
Ada seorang nabi bersama sekelompok kecil pengikutnya, ada nabi yang hanya diikuti satu atau dua orang, bahkan ada nabi yang tidak diikuti seorang pun.

Lalu diperlihatkan kepadaku satu kelompok besar, aku menyangka mereka adalah umatku.
Dikatakan kepadaku: ‘Itu adalah Musa dan kaumnya.’
Kemudian aku melihat ke arah lain, tampaklah kelompok yang sangat besar.
Dikatakan kepadaku: *‘Itulah umatmu, dan di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.’”(HR. al-Bukhari no. 5705 dan Muslim no. 220)

Para sahabat kemudian bertanya,

“Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak melakukan tathayyur (percaya sial), tidak mengobati diri dengan besi panas, dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka.”

Tawakal yang murni adalah kunci kemuliaan.
Mereka tidak bergantung pada selain Allah dalam urusan hidupnya.
Tidak berarti menolak pengobatan, tapi hati mereka tidak menggantungkan hasil pada sebab, melainkan sepenuhnya kepada Allah.
Masuk surga tanpa hisab artinya:

  • Tidak dihisab amalnya,

  • Tidak diadili atas dosa-dosanya,

  • Langsung mendapat rahmat Allah dan masuk surga dengan kemuliaan.

⇒ Puncak dari tawakal adalah yang masuk kedalam golongan ini

⇒ Allah adalah sebaik2 penolong

⇒ Allah maha segalanya, saat orang meminta, Allah akan berikan kemudahan dunia dan akhirat

  1. Orang yang bertawakal adalah tanda kecerdasan seseorang

Menyerahkan semua urusan kepada Allah bukan berarti tanpa usaha

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 10)

⇒ Bertebaran di muka bumi — artinya manusia diperintahkan untuk berusaha, bekerja, dan mencari rezeki setelah menunaikan kewajiban shalat. Islam tidak melarang dunia, tapi menuntun kita agar dunia tidak melalaikan akhirat.

⇒ Tawakal kepada Allah adalah pondasi





Senin, 04 Agustus 2025

Kajian Tematik - DUA RAHASIA - Ustadz Abdullah Zein

 DUA RAHASIA  



  1. Amal Rahasia 

  2. Dosa Rahasia


Amal Rahasia 

  • Amal Shaleh yang kita lakukan dan orang lain tidak tahu

  • Tidak bisa dilakukan sembarang orang , orang munafik tidak mungkin melakukan, karena orang munafik melakukan amal untuk dilihat orang lain

QS An Nisa 142

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ ۝١٤٢

Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.

  • Amal Rahasia ini hanya bisa dilakukan oleh orang2 beriman


Jenis Amal Rahasia 

  1. Amal Rahasia yang tempatnya di hati → Niat, ikhlas, jujur, sabar, tawakal, khusyuk

Jika kita lakukan, maka rahasiakan 


  1. Amal Rahasia yang dilakukan anggota tubuh → Amal ini bisa dilihat oleh orang lain, misal sadakah , shalat sunnah 

→ Amalan ini dilakukan anggota tubuh dan bisa dilihat orang lain, namun rahasiakan, sehingga ibadah tersebut tetap menjadi rahasia 

Namun ada juga amal yang tdk bisa disembunyikan, misalnya shalat berjamaah, qurban , adzan. Namun jika bisa dirahasiakan, maka rahasiakan. Karena amal yang rahasia biasanya lebih ikhlas

Namun boleh menampakkan amal, dengan niat memberi motivasi

dalil  QS Al Baqarah 271


اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝٢٧١

Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


Namun jika kita takut akan timbul Riya dalam diri kita, maka sebaiknya, sembunyikan




Dosa Rahasia 


→ Dosa yang kita lakukan dan orang lain tidak tahu

→ Jenis dosa rahasia ini terbagi 2


  1. Dosa rahasia yang tempatnya dalam hati : Riya, sombong, 

  2. Dosa yang dilakukan anggota tubuh yang kita rahasiakan → Zina mata , zina lisan, pedagang yang mengurangi timbangan, 


→ Karena dosa ini jelek, maka jangan dilakukan , jangan di tampakkan kepada Allah

→ Dosa rahasia bisa membuat orang suul khatimah

Hadist Imam Bukhari Muslim : Ada manusia yang kelihatan seperti calon penghuni syurga, tapi padahal sebetulnya dia adalah penghuni neraka padahal dia tinggal sejengkal menuju syurga


Dosa rahasia akan menghapuskan pahala 


Dalam Sunan Ibnu Majah dari riwayat Tsauban secara marfu’ ;

(لأعلمن أقواما من أمتي يأتون يوم القيامة بحسنات أمثال جبال تهامة بيضا . فيجعلها الله عز و جل هباء منثورا) . قال ثوبان :  يا رسول الله صفهم لنا جلهم لنا أن لا نكون منهم ونحن لانعلم . قال ( أما إنهم إخوانكم ومن جلدتكم . ويأخذون من الليل كما تأخذون ولكنهم أقوام إذا خلوا بمحارم الله انتهكوها )

Artinya ; “Saya sungguh mengetahui suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat kelak dengan membawa pahala kebaikan seperti gunung-gunung Tihamah yang putih, namun Allah ‘Azza wa Jalla menjadikannya laksana debu yang beterbangan”. Tsauban bertanya; “Wahai Rasulullah, sebutkan kami ciri-ciri mereka agar kami tidak termasuk dalam golongan mereka sedangkan kami mengetahui akibatnya”. Beliau bersabda; “Mereka adalah saudara-saudara kalian, dan dari bangsa kalian. Mereka mengerjakan ibadah malam sebagaimana kalian beribadah malam, akan tetapi mereka adalah suatu kaum yang apabila dalam keadaan menyendiri, mereka melakukan hal-hal yang diharamkan Allah ta’ala”


Rabu, 24 Juli 2024

[Resume Kajian] 10 cara jitu Sabar - Ustadz Khalid Basalamah

 Resume Kajian dari Acara Connect , Jakarta

Sesi Ustadz Khalid

Tema : 10 Cara Jitu Bersabar 

Tidak ada satupun manusia yang tidak mendapatkan ujian dari Allah. Ujian adalah bentuk kenikmatan yang terkadang manusia salah mempersepsikannya

QS Al Baqarah 155-157

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٥٥

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ۝١٥٧
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.


Manusia harus memiliki 2 sayap yang harus seimbang .

1. Kalau ada nikmat maka  wajib bersyukur

2. Kalau ada ujian, maka dia bersabar 

Pada awal ayat ini di jelaskan kata "KAMI PASTI", jadi tidak ada satu manusipun yang terbebas dari ujian. 


QS Al Furqan 20 

 وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَسْوَاقِۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةًۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًاࣖ ٠Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Nabi Muhammad), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.

  • Makna sebagian kamu : bahwa ada yang menjadi ujian bagi sebagian orang lain . Sebagian yang lain akan menjadi pembawa kebaikan bagi orang lain
  • Orang yang sakit adalah ujian bagi orang yang sehat, orang kaya adalah ujian bagi yang miskin, orang rendah diuji dengan orang yang terhormat ,  begitu sebaliknya
  • Manusia diuji dengan datangnya Rasul. Karena kita harus mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan, dan yang tidak mengikuti akan masuk neraka. Bagitupun Rasul mendapatkan ujian dari ummatnya, karena beratnya dakwah yang Rasulullah harus ajarkan
Ujian adalah kelaziman hidup 

 Solusi Sabar :

1. Ucapkan kalimat Istirja' saat mendapatkan ujian  [ Dalil QS Al Baqarah 155-157]

2. Kemenangan akan bersama dengan orang2 yang bersabar

3. Hindari semua dosa

4. Perbanyak doa

5. Perbanyak amal shalih

6. Segera beranjak dari ujian itu.

7. Pindah / hijrah 

    Dalam safar akan mendapat 5 faedah :  [Imam syafii berkata ] 

    1. Akan hilang rasa sedih, sumpek, 

    2. Akan mendapat tambahan  income 

    3, Ilmu, 

    4. tata krama 

    5. persabatan yang baik 

8. Melihat kesulitan orang lain yang lebih sulit dari kita. Begitupun saat kita mendapat nikmat, maka lihat orang yang masih jauh di bawah kita 

9. Yakinlah . [Qs As Sharah ayat 9] -- Pasti disetiap kesulitan ada kemudahan

Umar bin khatab berkata : Orang yang bisa menerima keputusan Allah dia akan mendapat pahala, mudah melaluinya dan akan mendapat solusi. 

orang yang tdk menerima keputusan Allah ujian ini , maka dia tdk akan mendapat pahala, akan sulit melaluinya dan tidak akan mendapat solusi 

10. Agar kita membandingkan ujian kita dengan ujian yang telah Rasulullah dapatkan. -- Para nabi mendapatkan ujian lebih berat daripada ummat nya


Dengan bersyukur, maka kita lebih menghargai nikmat