- Menambah iman
- Menambah yakin
- Melembutkan hati
- Mendapat pelajaran
- Membuat Muslim mengamalkan al quran
- Mendorong muhasabah
- Mengenal jalan menuju Allah
Kategori Unggulan
Selasa, 07 Januari 2025
(Tadabbur - Ustadz Abu Bakar) I. Muqadimmah
Rabu, 24 Juli 2024
[Resume Kajian] 10 cara jitu Sabar - Ustadz Khalid Basalamah
Resume Kajian dari Acara Connect , Jakarta
Sesi Ustadz Khalid
Tema : 10 Cara Jitu Bersabar
Tidak ada satupun manusia yang tidak mendapatkan ujian dari Allah. Ujian adalah bentuk kenikmatan yang terkadang manusia salah mempersepsikannya
QS Al Baqarah 155-157
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥
Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ١٥٧
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Manusia harus memiliki 2 sayap yang harus seimbang .
1. Kalau ada nikmat maka wajib bersyukur
2. Kalau ada ujian, maka dia bersabar
Pada awal ayat ini di jelaskan kata "KAMI PASTI", jadi tidak ada satu manusipun yang terbebas dari ujian.
QS Al Furqan 20
وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَسْوَاقِۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةًۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًاࣖ ٠Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Nabi Muhammad), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.
- Makna sebagian kamu : bahwa ada yang menjadi ujian bagi sebagian orang lain . Sebagian yang lain akan menjadi pembawa kebaikan bagi orang lain
- Orang yang sakit adalah ujian bagi orang yang sehat, orang kaya adalah ujian bagi yang miskin, orang rendah diuji dengan orang yang terhormat , begitu sebaliknya
- Manusia diuji dengan datangnya Rasul. Karena kita harus mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan, dan yang tidak mengikuti akan masuk neraka. Bagitupun Rasul mendapatkan ujian dari ummatnya, karena beratnya dakwah yang Rasulullah harus ajarkan
Ujian adalah kelaziman hidup
Solusi Sabar :
1. Ucapkan kalimat Istirja' saat mendapatkan ujian [ Dalil QS Al Baqarah 155-157]
2. Kemenangan akan bersama dengan orang2 yang bersabar
3. Hindari semua dosa
4. Perbanyak doa
5. Perbanyak amal shalih
6. Segera beranjak dari ujian itu.
7. Pindah / hijrah
Dalam safar akan mendapat 5 faedah : [Imam syafii berkata ]
1. Akan hilang rasa sedih, sumpek,
2. Akan mendapat tambahan income
3, Ilmu,
4. tata krama
5. persabatan yang baik
8. Melihat kesulitan orang lain yang lebih sulit dari kita. Begitupun saat kita mendapat nikmat, maka lihat orang yang masih jauh di bawah kita
9. Yakinlah . [Qs As Sharah ayat 9] -- Pasti disetiap kesulitan ada kemudahan
Umar bin khatab berkata : Orang yang bisa menerima keputusan Allah dia akan mendapat pahala, mudah melaluinya dan akan mendapat solusi.
orang yang tdk menerima keputusan Allah ujian ini , maka dia tdk akan mendapat pahala, akan sulit melaluinya dan tidak akan mendapat solusi
10. Agar kita membandingkan ujian kita dengan ujian yang telah Rasulullah dapatkan. -- Para nabi mendapatkan ujian lebih berat daripada ummat nya
Dengan bersyukur, maka kita lebih menghargai nikmat
Minggu, 14 Juli 2024
[Kajian Riyadhush Shalihin] #11 - Hadist 8/9 Meninggikan Kalimat Allah
Pertemuan ke-11
✨ "Meninggikan Kalimat Allaah" ✨
💎 Ustadz Tarzakariya Amir, Lc. حفظه الله تعالى
🗓 Hari: Jumat, 28 Juni 2024 / 21 Dzulhijjah 1445H
: Ika Dian Agustina (28 Juni 2024)
Hadist 8/9
_Dari Abu Musa Abdullah ibn Qais Al-Asy’ari ra, ia berkata: “Rasulullah saw, ditanya tentang sese- orang yang berperang demi menunjukkan keberaniannya, orang yang berperang demi gengsinya, dan orang yang berperang karena riya’, mana yang termasuk berperang pada jalan Allah?” .
Beliau bersabda: “Siapa berperang demi meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut berperang pada jalan Allah.”
*Syarah hadist*
Dari sahabat yang mulia Abu Musa Abdullah ibn Qais Al-Asy’ari ra, ia berkata Rasulullah وسلم عليه هللا صلى pernah ditanya tentang orang yang berperang karena sajaa’ah (ingin dikatakan pemberani, berjiwa patriot, jagoan) dan Nabi juga ditanya tentang orang yang berperang karena Hamiyyah (membela golongan, nasab, fanatisme), kemudian Nabi jg ditanya tentang orang yang berperang karena riya, dari ketiga orang itu manakah yang berperang karena jihad fisabilillah? Kemudian nabi menjawab, barang siapa yang berperang tujuannya untuk meninggikan kalimat Allah untuk membela Allah dan Rasulnya maka dia berjihad dijalan Allah subhanhu wa ta’ala.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak menjawab pertanyaan itu satu persatu. Bahwa yg ingin dikatakan syajaah hukumnya ini, yg berperang karena fanatisme hukumnya ini, yg riya balasannya ini. Tidak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab dengan jawaban yg sarat akan faedah sehingga sahabat yg bertanya ini tidak lagi bertanya lagi.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Siapa berperang demi meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut berperang pada jalan Allah.”
Karena Niat itu cakupannya luas maka Inilah barometernya. Yaitu berperang harus karena Allah, agar meninggikan kalimat Allah. Maka kapan seseorang berperang karena ingin mendapatkan Ghonimah, tawanan wanita, kedudukan dst, itu tidak disebut sebagai seseorang yg berjihad dijalan Allah.
*Biografi Abu Musa:*
Abu Musa Abdullah ibn Qais Al-Asy’ari ra, adalah sahabat yang mulia, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memujinya,
“Wahai Abu Musa, sungguh engkau telah dikaruniai suatu suara yang indah dari keluarga Daud.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya V/693, menurut At Tirmidzi hadits ini hasan shahih).
Nama beliau Abdullah bin Qais, namun lebih dikenal dengan kunyah Abu Musa, ibunya wanita mekah Zabiah bintu Wahb yang wafat di Yatsrib (Madinah). Abu Musa seorang Laki Laki Arab yaman, tidak terlalu tinggi, kurus dan tidak terlalu lebat jenggotnya. Beliau meninggalkan Yaman karena mendengar tentang rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau pernah hijrah ke Habasyah, kemudian nabi berkata kepada sahabat, besok akan datang kepada kalian kaum yang lebih lembut dalam menerima islam daripada kalian, maka datanglah qabilah Abu Musa Al Asy’ari dan sahabat sahabat yang lain.
Rasa cinta dan kasih Rasulullah صلى الله عليه وسلمkepada Abu Musa, beliau tunjukkan saat mendoakannya ampunan dan masuk ke dalam surga
“Ya Allah, ampuni lah dosa Abdullah bin Qays (Abu Musa). Masukkanlah ia pada hari kiamat di tempat yang terpuji.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
As sya’bi mengatakan bahwa abu musa al asari adalah sahabat ahli fiqih diantara 6 sahabat yang lain (Umar ibn khatab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, zaid, Abu Musa al Asy’ari, Ubay bin Ka’ab)
Abu musa adalah satu sosok sahabat nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang begitu dekat dengan Al quran (membaca, menghafal dan mengamalkan). Pernah suatu malam rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendengar abu musa membaca al quran, dan rasulullah takjub mendengar suara abu musa, seperti seruling nabi daud (seperti nabi daud membaca kitab zabur dengan indah).
Demikianlah sebagaimana dijelaskan oleh syeikh Shalih Al utsaimin. Sahabat umar ibn khatab seringkali tatkala bertemu Abu Musa, beliau meminta untuk dilantunkan ayat suci al quran dengan berkata: “Buatlah kami rindu dengan Rabb kami wahai Abu Musa.” (Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatu al-Musytaqin, Hal: 400).
Barometer terbesar kita adalah Nabi muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam maka hendaknya kita harus rutin mengkhatamkan biografi beliau (sirah nabi), karena ketika membacanya akan menimbulkan rasa cinta
“Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya.”
*Jihad harus dengan pemerintah dan diizinkan oleh pemerintah.*
Hadist Nabi
Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya. َ “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.” Beliau pun bersabda َ “Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’
” Faidah dari hadist ini adalah jihad harus dengan izin pemimpin dan berbakti kepada kedua orang tua juga termasuk jihad.
*Jihad dibagi menjadi 2 :*
1. Jihad Al Taf’i atau Ad Daf’u (bertahan).
Apabila musuh masuk negri islam maka wajib melawannya. Jihad dalam membela harta kita. Nabi pernah berkata, muslim terhadap muslim itu haram. Maksudnya haram adalah haram darahnya, haram menjatuhkan kehormatannya, haram mengambil hartanya. Siapa yang menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya didunia dan diakhirat.
2. Jihad At Thalab (menyerang), hukumnya fardhu kifayah
Minggu, 26 Mei 2024
[Resume Kajian] Sikap Penuntut Ilmu Di Zaman Fitnah
🕌 ● Masjid Ar Rahman
Jl. H. Ahmad Sobana
Bangbarung Tegal Gundil Kota BOGOR
🗓 ● SABTU 25 Mei 2024
🕰 ● 09.15 - Selesai
🎙 ● Ustadz Abu Bakar Al Akhdhory Lc.M.Pd Hafidzahullaahu Ta'ala
📚 TEMA :
Sikap Penuntut Ilmu Di Zaman Fitnah
{ أَوۡ كَظُلُمَٰتٖ فِي بَحۡرٖ لُّجِّيّٖ يَغۡشَىٰهُ مَوۡجٞ مِّن فَوۡقِهِۦ مَوۡجٞ مِّن فَوۡقِهِۦ سَحَابٞۚ ظُلُمَٰتُۢ بَعۡضُهَا فَوۡقَ بَعۡضٍ إِذَآ أَخۡرَجَ يَدَهُۥ لَمۡ يَكَدۡ يَرَىٰهَاۗ وَمَن لَّمۡ يَجۡعَلِ ٱللَّهُ لَهُۥ نُورٗا فَمَا لَهُۥ مِن نُّورٍ }[Surat An-Nur: 40]
Senin, 29 April 2024
[Kajian Riyadhus Shalihin] #3 Hadist 1 : Hijrah yang Benar dan Hijrah yang Salah
بسم الله الرحمن الرحيم
Pembahasan Kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi رحمه الله تعالى
Pertemuan ke-3
✨ "Hijrah Yang Benar dan Yang Salah" ✨
💎 Ustadz Tarzakariya Amir, Lc. حفظه الله تعالى
Hari: Jumat, 29 Maret 2024 /
==================
Diawal ustadz mengingatkan tentang pentingnya menuntut ilmu, ilmu dahulu sebelum mengamalkan .
Urutan
1. Adab
2. Ilmu
3. Amal
4. Bersabar dalam menempuh jalan dakwah
Saat urutan ini berantakan, maka jalan dakwah tidak akan berjalan dengan baik dan benar
=============
Hadist 1
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Hadist ini adalah hadist yang benar2 mencakup agama kita sendiri
Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan.
Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.
Hadist ini bicara tentang keikhlasan.
Ikhlas makna secara bahasa adalah SHOFI .. artiya murni, jernih, bening.
sedangkan secara istilah, ikhlas artinya memaksudkan setiap niat dari apa yang akan dilakukannya adalah karena berharap wajah Allah, dan tidak menginginkan selain wajah Allah
--> Beningnya hati seseorang dari selain Allah
Hati sebagai penggerak diri dan pikiran. Sehingga keikhlasan adalah bersihnya hati .
Ikhlas : Apapun yang diterima olehnya, dicaci dihina , diejek , tidak akan berpengaruh bagi dirinya. Begitupun saat dia mendapat pujian, maka tidak akan mempengaruhi dirinya dari timbulnya penyakit hati
Dua kalimat pada hadist ini :
1. Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.
2. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.
Kedua kalimat ini adalah sebab akibat , kalimat 1 adalah sebab nya. dan akibatnya adalah pada kalimat ke 2
Setiap perbuatan sesungguhnya memiliki niat Tidak mungkin seseorang melakukan sesuatu tanpa niat. pasti ada keinginan atas sesuatu, bahkan untuk sesuatu yang refleks kita lakukan.
→ dengan demikian, maka niat tidak perlu dilafalkan , karena itu adalah reflek dari keinginan yang akan kita lakukan
→ Niat di Bulan Ramadhan, wajib dilakukan setiap harinya. Niatkan dalam hati saat malam, bahwa besok insyaallah kita akan sahur untuk melakukan puasa Ramadhan
Allah berfirman :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. QS Al Isra : 18
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ → Barometer dari amal perbuatan seseorang → ini dari sisi batin yang tidak tampak
orang yang Allah beri taufiq adalah orang yang mudah bersyukur kepada Allah.
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya maka dia tertolak (tidak diterima).” (HR. Bukhari-Muslim)
Amalan akan tertolak jika tidak ada tuntunan → Barometer dari sisi Dzohir , yang tampak
Dari hadits di atas kita ketahui, bahwa agar lurus dan diterimanya suatu amal dibutuhkan batin dan zhahir yang baik. Batin akan menjadi baik dengan niat yang ikhlas, dan zhahir akan menjadi baik dengan sesuai contoh atau ada perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Syarat diterimanya amal ada dua; ikhlas dan mutaaba’atur rasul (mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Orang yang Allah beri Taufik adalah orang yang mudah bersyukur kepada Allah
فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ →
Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, → Hijrah karena Allah
وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ →
Barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah → Hijrah Karena dunia
Apa2 yang karena Allah maka itu akan abadi
Perbaiki niat hijrah kita
Ketika seseorang hijrahnya karena seorang wanita ataupun pria , maka hijrahnya.Sesuai dengan apa yang dia niatkan.
Apa yang nampak di mata orang lain akan nampak bagi Allah,, Dan Allah lebih mengetahui apa yang tersembunyi. Kita yang sesungguhnya di sisi Alloh bukan di sisi manusia.
Kita yang merasa menjadi orang yang ikhlas dalam ibadah.Ternyata nihil, nol besar di hadapan Allah subhanahu wa taala. Maka semata mata apa yang kita lakukan, semua semata mata adalah Taufik dari Allah subhanahu wa time bukan karena.Kekuatan kita, bukan karena ekonomi kita. Maka bentuk Taufik dari Allah subhanahu wa tahanan karena Allah mensegerakan menggerakkan hati kita untuk berbuat baik atau terbesit mau berbagi.Itu adalah bentuk Taufik dari Allah semata.
Salah satunya tanda bahwa orang tersebut diberi Taufik oleh Allah maka Sholatnya tepat waktu.Tidak menunda saat waktu shalat .
Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNYA, maka Hijrahnya karena Allah dan RasulNYA. Kalimat ini diulangi terus. Ini penekanan yang kuat . Dan memang ini lah seharusnya dan wajibnya . Tidak ada niatan lainnya. Hati bersih dengan hijrah karena Allah dan Rasul
Barang siapa yang hijrahnya karena dunia.atau karena seorang wanita yang dia nikahi, Maka hijrahnya sesuai dengan yang yang dia niatkan.
Pada contoh ini tidak ada pengulangan kata. Penjelasannya : karena Nabi Muhammad memandang remeh terhadap perkara dunia
Maka seseorang kalau dia jujur cintanya kepada Allah subhanahu wata anak.Kecintaannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala.maka dia akan tahu konsekuensi dari cinta itu . Berzikir , serta mentaati apa yang diminta , dan akan terikat karena cinta nya
Serta jika jujur kecintaannya kepada Rasul, maka dia akan mencari tahu dari apa yang dicintainya.. Membaca biografi nya, sering bershalawat kepada Rasulullah
Selain fokus terhadap ibadah, namun juga harus memikirkan bagaimana agar ibadah kita itu bisa di terima Allah
sumbe
r : https://www.youtube.com/live/X4j_lhNTrwA?si=ZBZ0bgzgcyqqhZsa
Kamis, 21 Maret 2024
[Kajian Riyadhush Shalihin] Pertemuan ke-2 - Kita Hidup untuk Apa
Kitab Riyadush Shalihin (2)
Kita hidup untuk apa?
Pemateri: Ustadz Tarzakariya Amir, Lc حفظه الله تعالى
🖋 : Penulis Resume : Ika Dian Agustina (22 Maret 2024)
Al imam ilmu Qoyyim berkata:
Seandainya para raja itu mengetahui kenikmatan yang ada pada kami, niscaya dia akan menyuruh pasukannya merampasnya dari kami.
Seseorang tidak akan mampu memuliakan sesuatu sampai dia mengetahui kedudukan/keutamaan sesuatu.
Muqadimmah penulis riyadhus shalih (taman taman bagi orang yang shalih)
Beliau Imam Al Nawawi pertama-pertama menuliskan بسم الله الرحمن الرحيم ini menunjukan:
- Ketergantunganya kepada Allah
- dan juga bentuk I'tiba kepada rasulullah صلى الله عليه وسلم. Rasulullah mengirim surat kepada raja-raja untuk mendakwahi mereka memulai dengan بسم الله الرحمن الرحيم.
Hadist shahih :
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يَبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
Setiap aktivitas yang baik apabila tidak diawali bismillahirrahmanirrahiim maka aktivitas itu akan terputus dari keberkahan
Saat yang seharusnya kita mengingat Allah 100% dalam shalat kita malah ingat dunia, sedangkan para sahabat ketika melakukan aktivitas dunia maka mereka ingat akhirat.
Setelah membaca basmalah kemudian dilanjut hamdalah, lalu syahadat dan kemudian shalawat kemudian beliau mengatakan faqad qalalallahu ta'ala (Allah berfirman): Qs Adz zariyat : 56-57
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ⚫
مَآ أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ⚫
56.Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
57.Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku
makan.
Dari sini kita dapat ambil faidah bahwa ada 4 hal didalam muqadimah dalam menulis:
1. Basmalah
2. Hamdalah
3. Syahadat
4. Shalawat nabi muhammad صلى الله عليه وسلم
Makna dari surat adz dzariyat 56:
▪ Jika ada orang yang lalai dalam melaksanakkan ibadah berarti dia sudah menyalah fungsikan tujuan daripada dia diciptakan
▪ apapun keadaan kita hak Allah harus tetap dipenuhi, karena sejatinya kita yang butuh Allah, Allah tidak butuh kita
Dari sini kita paham bahwa ibadah kepada Allah swt adalah sesuatu yang mutlak untuk dilakukan seorang hamba.
Apakah kalian mengira kalian diciptakan main-main saja dan kalian tidak dikembalikan kepada Kami
▪ Tujuan kita diciptakan Allah untuk beribadah dan mentauhidkan.
Seburuk-buruknya dosa adalah syirik.
Zhalim : meletakan segala sesuatu tidak pada tempatnya
🎯Hendaknya seseorang memperhatikan apa tujuan nya diciptakan. Dan hendaknya manusia berpaling dari hal hal yang dapat memalingkan dirinya dari ibadah, dengan banyak mengambil dunia.
▪ Orang yang merugi, orang yang Allah bukakan pintu rezeki adalah orang yang ketika dia tidak menggunakan apa apa yang dia dapatkan tersebut untuk mendapatka akhirat.
▪ Manusia itu memiliki fitrah untuk menghambakan diri, namun didalam mencari penghambaan diri ada dengan cara yang benar dan ada yang salah.
🎯Didalam firman Allah ini tersimpan begitu banyak rahasia dari kebahagian hidup. Karena orang yang bertauhid adalah orang yang paling tenang hidupnya.
🎯Salah satu cara untuk melembutkan hati adalah dengan mentadaburi penciptaan Allah, melihat pepohonan yang Allah ciptakan, melihat ombak dipantai. Untuk menyiapkan bekal di akhirat karena hidup didunia ini hanyalah sebentar.
Ayat inilah yang dikutip Imam Al Nawawi, seakan akan berpesan jika ingin belajar kitab beliau maka niatkan untuk ibadah.
Wallahua'lam
Bogor, 22/03/2024
[Kajian Kitab Riyadhus Shalihin] Pertemuan ke-1 Sosok Fenomenal
Kitab Riyadush Shalihin (1)
Pemateri: Ustadz Tarzakariyya
Kitab dapat di download DISINI
🖋 : Penulis Resume : Ika Dian Agustina (15 Maret 2024)
Riyadh artinya taman
Shalihin artinya orang shalih
Riyadhus Shalihun artinya:
Taman bagi orang orang yang shalih
Pengarang kitab ini adalah Yahya bin Syaraf bin Murli bin Hasan bin Husein bin Muhammad bin Jum'ah bin Jizan Alhizami An Nawawi Al Khaurani Ad Dimasyqi Asy Syafi'i.
Beliau bermazhab syafi'i dan berdomisil di Damaskus. Beliau pernah meninggalkan Damaskus karena penduduk nya telah berlebih lebihan dalam syair dengan hentakan kaki sehingga memalingkan hati mereka dari al quran
Beliau dilahirkan tahun 631 H dan wafat 676 H. Umur beliau kurang lebih 45 tahun.
Diantara kitab karangan beliau, 'Arbain An Nawawiyah.
Pujian para ulama terhadap Imam Nawawi penulis Kitab Riyadhus shalihin:
▪Ulama sekelas Az Zahabi, beliau mengatakan bahwa Imam Nawawi adalah Syaikhul Islam (sosok yang mumpuni dari segala bidang ilmu), gurunya kaum muslimin , Al Qudwah (suri tauladan yang baik, Al Hafidz, Az Zahid (orang yang sangat zuhud), Al 'Abid (sangat ahli ibadah), Al Faqih, bahkan dikatakan al 'abiul 'ulama 'alimul 'ubad (ahli ibadah para ulama dan ulama nya para ahli ibadah).
Seorang mukmin dan mukminah harus minta tolong kepada Allah, jangan engkau terpuruk.
▪Salah satu murid beliau Al Imam Ibnu Aththar, guru saya ini adalah orang yang sangat berkomitmen dalam mengikuti sunnah nabi Shallallahu 'alaihi wasalam.
Al imam nawawi rahimahullahu ta'ala adalah seorang sosok ulama yang bukan berkecukupan, tetapi beliau melahirkan kitab seperti riyadhus shalihin, 'arbain an nawawiyah.
Illu Allah berikan kepada orang yang mereka mempunyai niat yang tulis, tekad yang kuat dan sungguh sungguh.
Ilmu bukan milik orang berada, ilmu bukan milik orang kaya raya.
Buku arbain an nawawiyah merupakan buku terbaik didunia tentang dasar dasar islam.
Kitab Riyadhus Shalihin adalah kitab no 2 penyebaranya setelah Al Quran.
Al Imam An Nawawiyah telah menulis 70 kitab, bahkan ada yang mengatakan sampai 100 kitab.
Beliau mulai menulis kitab pada umur 20 tahun, ada juga yang mengatakan beliau menulis kitab pada umur 30 tahun.
▪Para ulama selalu mengingat Al Imam An Nawawi soal keberkahan waktu dan keberkahan umur, sampai sampai beliau tidak sempat menikah.
.png)
.png)
