Bersandar hanya kepada Allah
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah
Ali ‘Imran ayat 159, Allah ﷻ berfirman:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Apabila engkau telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."
(QS. Ali ‘Imran [3]: 159)
“Apabila engkau telah bertekad” → artinya setelah mempertimbangkan segala urusan dengan matang dan beristikharah.
“Maka bertawakallah kepada Allah” → yaitu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah, tanpa takut gagal atau menyesal, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal” → Allah menanamkan kecintaan dan penjagaan khusus bagi hamba yang percaya penuh kepada-Nya.
→ Manusia masih sering menggantungkan diri kepada orang lain , padahal kalaupun mereka memberi kebaikan untuk kita, maka kemudahan itu juga disebabkan oleh taufiq dari Allah
QS Al-An‘am ayat 17
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(QS Al-An‘am [6]: 17)
⇒ Ketergantungan penuh kepada Allah:, Hati seorang mukmin tidak bergantung pada makhluk, tapi hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.
Hadits mulia Rasulullah ﷺ yang disampaikan kepada Abdullah bin ‘Abbas
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Suatu hari aku berada di belakang Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:
“Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat:
Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.
Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah; bila engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.
Ketahuilah, jika seluruh umat bersatu padu untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (takdir telah ditulis).”
(HR. Tirmidzi, no. 2516 – hasan shahih)
⇒ Tawakal dan ketergantungan total hanya kepada Allah.
QS Az-Zumar ayat 36
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ …
“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya?
Hukum tawakal kepada Allah adalah wajib, dan tawakal kepada orang lain dengan yakin bahwa pertolongan makhluk itu juga disebabkan oleh Allah, maka hukumnya pun tetap wajib
QS Al-Furqan ayat 58
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا
“Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Hidup, yang tidak akan mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.”
⇒ Sandarkan hati kepada Yang Tidak Pernah Mati, karena siapa pun yang engkau sandari selain Dia — akan pergi.
Bertawakallah kepada Allah, niscaya hidupmu tenang dalam penjagaan-Nya.
QS Āli ‘Imrān ayat 122
إِذْ هَمَّتْ طَّائِفَتَانِ مِنكُمْ أَن تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
“Ketika dua golongan di antaramu hampir saja gentar (dan ingin mundur), padahal Allah adalah penolong bagi keduanya. Karena itu, hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.”
⇒ Kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan, tetapi oleh pertolongan Allah.
Tawakal sebagai identitas bagi orang yang berserah diri
Para ulama menjelaskan bahwa agama ini berdiri di atas dua pokok besar:
Ibadah kepada Allah (menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya)
Bertawakal kepada Allah (berserah diri sepenuhnya kepada-Nya dalam segala urusan)
Maka dari itu, sebagian mereka mengatakan:
“Agama seluruhnya adalah isti‘ānah (meminta pertolongan) dan ‘ibādah (penghambaan); dan tawakal mencakup keduanya.”
(Ibnul Qayyim – Madarijus Salikin)
⇒ Tawakal dan kembali melakukan ketaatan adalah satu paket ibadah yang harus diperhatikan dan terpisah
→ Pasrah bukan tawakal. bersandar pada Allah sejak awal . dan Allah akan beri banyak kebaikan bagi prang yang bertawakal
Faedah orang yang bertawakal
Akan terhindar dari godaan syaitan
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا
“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau (wahai Iblis) tidak mempunyai kekuasaan atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Pelindung (Wakil).”
(QS Al-Isra [17]: 65)
⇒ Bentuk perlindungan Allah dari gangguan syaitan
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu berdoa:
‘Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’
(Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
Maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga (dari keburukan).
Lalu setan menjauh darinya, dan berkata kepada setan lain:
Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga?"(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad – hadits hasan shahih)
Allah akan cukupkan rezeki
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal,
niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki;
ia pergi di pagi hari dengan perut kosong, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
Allah akan mencukupkan apa yang menjadi hajat kita
Siapa yang bertawakal, akan Allah cukupkan
Allah akan masukkan kedalam syurga tanpa hisab
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:
"عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ، وَالنَّبِيَّ وَلَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، إِذْ رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُمْ أُمَّتِي، فَقِيلَ لِي: هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ، فَنَظَرْتُ، فَإِذَا سَوَادٌ عَظِيمٌ، فَقِيلَ لِي: هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَمَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ."
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Nabi ﷺ bersabda:
“Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat (para nabi).
Ada seorang nabi bersama sekelompok kecil pengikutnya, ada nabi yang hanya diikuti satu atau dua orang, bahkan ada nabi yang tidak diikuti seorang pun.
Lalu diperlihatkan kepadaku satu kelompok besar, aku menyangka mereka adalah umatku.
Dikatakan kepadaku: ‘Itu adalah Musa dan kaumnya.’
Kemudian aku melihat ke arah lain, tampaklah kelompok yang sangat besar.
Dikatakan kepadaku: *‘Itulah umatmu, dan di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.’”(HR. al-Bukhari no. 5705 dan Muslim no. 220)
Para sahabat kemudian bertanya,
“Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak melakukan tathayyur (percaya sial), tidak mengobati diri dengan besi panas, dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka.”
⇒ Tawakal yang murni adalah kunci kemuliaan.
Mereka tidak bergantung pada selain Allah dalam urusan hidupnya.
⇒Tidak berarti menolak pengobatan, tapi hati mereka tidak menggantungkan hasil pada sebab, melainkan sepenuhnya kepada Allah.
⇒ Masuk surga tanpa hisab artinya:
Tidak dihisab amalnya,
Tidak diadili atas dosa-dosanya,
Langsung mendapat rahmat Allah dan masuk surga dengan kemuliaan.
⇒ Puncak dari tawakal adalah yang masuk kedalam golongan ini
⇒ Allah adalah sebaik2 penolong
⇒ Allah maha segalanya, saat orang meminta, Allah akan berikan kemudahan dunia dan akhirat
Orang yang bertawakal adalah tanda kecerdasan seseorang
Menyerahkan semua urusan kepada Allah bukan berarti tanpa usaha
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 10)
⇒ Bertebaran di muka bumi — artinya manusia diperintahkan untuk berusaha, bekerja, dan mencari rezeki setelah menunaikan kewajiban shalat. Islam tidak melarang dunia, tapi menuntun kita agar dunia tidak melalaikan akhirat.
⇒ Tawakal kepada Allah adalah pondasi
.png)
.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar