Bab 5 Muraqabah (Pengintaian)
63. Kita Berada dlm Jurang Tak Berdasar
💎 Ustadz Tarzakariya Amir, Lc. حفظه الله تعالى
🗓 Hari: Jum'at, 07 November 2025
Hadist 4
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Sesungguhnya kalian melakukan amalan-amalan (dosa) yang menurut pandangan kalian lebih ringan daripada sehelai rambut. Padahal kami (para sahabat) di masa Rasulullah ﷺ menganggapnya termasuk dosa-dosa yang membinasakan (al-mubiqat).” (HR. al-Bukhari)
arti Al Mubiqat ialah apa apa yang merusakkan.
📖 Penjelasan Makna Hadis
Tentang dosa kecil yang diremehkan
Hadis ini menegaskan bahwa meremehkan dosa kecil bisa menjadi sebab seseorang jatuh dalam kebinasaan. Dosa kecil, jika dilakukan terus-menerus tanpa taubat dan tanpa rasa takut kepada Allah, dapat berubah menjadi dosa besar karena menunjukkan hati yang keras dan lalai terhadap pengawasan Allah.Pandangan para sahabat
Para sahabat Nabi ﷺ dikenal sangat berhati-hati terhadap dosa, sekecil apa pun. Mereka melihat setiap maksiat sebagai sesuatu yang bisa menghapus keberkahan dan mendatangkan murka Allah, bukan sekadar kesalahan ringan.Makna "Al-Mubiqat"
Kata الموبقات (al-mubiqat) berarti “hal-hal yang membinasakan” — yakni dosa-dosa besar yang dapat menghancurkan amal, menjerumuskan pelakunya ke dalam azab Allah, dan memutus hubungan dengan rahmat-Nya.
Zaman ini , seorang melihat dosa begitu ringan karena sudah terbiasa dengan dosa2 kecil yang dilakukan atau yg ada disekitarnya dan menjadi suatu kebiasaan
✨ Perkataan Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat utama Rasulullah ﷺ yang dikenal sangat dalam ilmunya. Ia berkata:
"Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, takut gunung itu akan menimpanya. Sedangkan orang fajir (pendosa) melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia hanya mengibaskannya begitu saja." (HR. al-Bukhari)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا 💎
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqān (pembeda antara yang benar dan yang salah)...” — (QS. Al-Anfāl: 29)
💫 perkataan para ulama salaf, “Lā kabīrata ma‘al-istighfār, wa lā ṣaghīrata ma‘a al-isrār.”
“Tidak ada dosa besar bila diiringi dengan istighfar, dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus-menerus.”
Zaman dulu, sangat jarang orang melakukan dosa besar
💫Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ
“Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah seorang laki-laki yang melaknat kedua orang tuanya.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang melaknat kedua orang tuanya?”
Beliau menjawab:
يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
“Ia mencaci ayah seseorang, lalu orang itu membalas mencaci ayahnya; ia mencaci ibu seseorang, lalu orang itu membalas mencaci ibunya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
FAEDAH
Betapa tingginya standar orang2 shaleh terdahulu
Dosa itu membahayakan dan memiliki dampak, dan semua akan dipertanggungjawabkan
Tidak boleh meremehkan dosa
Jangan tertipu dengan banyaknya amal
Manusia yang paling mengenal Allah adalah para sahabat, maka selain mengikuti Al qur’an dan hadist , juga ikuti apa yang dikatakan dan dilakukan para sahabat
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar