TAUHID DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari | Ustadz Ammi Nur Baits
Pembahasan seputar aqidah bermuara kepada 6 rukun iman, untuk tauhid muaranya rukun iman yang-1 yakni iman kepada Allah, berarti kita punya tanggung jawab mengenali kewajiban kita kepada Allah dan apa hak Allah yang wajib kita tunaikan.
Iman kepada Allah adalah asas bagi rukun iman yang lainnya. Kaum musyrikin mengimani Allah namun mengingkari rukun iman lainnya, seperti tidak mengimani Nabi ﷺ, tidak beriman dengan Al Quran sebagai Kitabullah, & tidak beriman dengan kehidupan hari akhir
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).
[Surat Al-‘Ankabut Ayat 61]
Definisi iman kepada Allah adalah mengakui dengan sebenar-benarnya tentang keberadaan Allah semua nama Allah, sifat Allah, kekuasaan terhadap alam semesta dan hak Allah yang harus ditunaikan oleh hamba. (As Syekh Dr. Abdullah Aljibrin rahimahullah)
Inti dari iman kepada Allah
Mengimani semua berita tentang Allah → meliputi nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, perbuatan Allah terhadap makhluknya.
Misalnya : Allah Subhanahu wa taala menciptakan, memberi rezeki dan seterusnya.
Sehingga inti seorang hamba beriman kepada Allah adalah yang pertama mengimani semua berita tentang Allah.
Ada 2 bagian besar isi Al Quran meliputi ;
1. Khabar - berita, ada 2 yakni berita tentang Khaliq dan berita tentang makhluk.
Nabi ﷺ pun bersabda,
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
“Qulhuwallahu ahad (surah Al-Ikhlas) sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.”
(HR. Muslim no. 811)
Isi Quran ada tiga kemungkinan. Berita tentang khaliq, berita tentang makhluk, dan perintah
larangan. Surah Al-Ikhlas yang murni berisi berita tentang khaliq, berarti dia menyapu sepertiga makna Al-Qur'an. ⇒ Masalah Aqidah berkaitan dengan berita
Dalam aqidah yang termasuk khabar tidak ada nasakh & mansukh.
Sebab akidah adalah berita dan berita kalau dinasah berarti berkonsekuensi mendustakan
misal dulu katanya ada surga, sekarang katanya dihilangkan. berarti kan salah satunya pasti bohong dan itu mustahil untuk Allah subhanahu wa taala.
2. Insya' - perintah atau larangan atau aturan, inilah ranah syariat memungkinkan terjadinya nasakh & mansukh
Dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala banyak sekali bercerita tentang diriNYA.
Surat apapun yang menyebutkan tentang Allah umumnya memiliki keutamaan tertentu.
Apakah ada firman Allah tertentu yang lebih mulia daripada firman Allah yang lain?
Dalam hal ini ulama beda pendapat.
Ada yang mengatakan semua firman Allah derajatnya sama karena semuanya datang dari Allah.
Pendapat yang kedua, ada sebagian firman Allah yang lebih mulia daripada firman Allah yang lain. Sehingga tidak satu tingkatan.
Firman Allah tentang Allah lebih mulia daripada firman Allah tentang makhluk. Allah bercerita tentang dirinya dalam Al-Qur'an lebih mulia dibandingkan Allah cerita tentang Firaun, dibandingkan Allah cerita tentang Abu Lahab.
Sehingga dalam hal ini menurut pendapat yang kedua ada ayat tertentu, surat tertentu yang lebih afdal dibandingkan ayat yang lain atau surat yang lain.
Firman Allah tentang nama dan sifatnya memiliki keutamaan khusus.
Contohnya
Surah al-Ikhlas → keutamaan senilai sepertiga Al-Qur'an.
Ayat kursi → Ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an
Surah Al-Fatihah → A-Quranul adzim, Quran yang paling agung dan memiliki keutamaan yang banyak dan seterusnya
Surah Tabarak di situ menceritakan tentang bagaimana sifat Allah Subhanahu wa taala dan yang lainnya.
Sehingga ayat-ayat dan surat-surat yang dia bercerita tentang Allah secara umum memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan ayat dan surat yang bercerita tentang makhluk.
2. Memahami kewajiban hamba,
Berkaitan dengan hak yang harus ditunaikan oleh seorang hamba untuk Rabbnya, yaitu beribadah hanya kepadaNYA
Sehingga Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita tugas agar kita beribadah kepadanya.
Surah Azzariyat.ayat 56.
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Definisi ibadah kepada Allah → menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Perintah Allah yang tertinggi adalah tauhid. Dan larangan Allah yang paling agung, yang paling besar adalah syirik.
TAUHID
Defisini tauhid secara pengertian bahasa dari kata wahada yuwahidu yang arti Mengesakan. Mentauhidkan Allah berarti sama dengan mengesakan Allah.
Mengesakan Allah di situ meliputi mengesakan Allah dalam hak khusus Allah.
Allah punya nama khusus, sifat-sifat khusus , perbuatan khusus, punya hak yang harus ditunaikan oleh makhluk. Itulah mengesakan Allah dalam hak khusus Allah.
Intinya adalah seorang hamba memberikan hak khusus Allah hanya untuk Allah dan
tidak dia berikan kepada yang lain.
Hak khusus Allah itu didefinisikan oleh Ibnul Qayyim ada dua.
1. Terkait berita tentang Allah atau yang disebut tauhidul ilmi alkhabari
Tauhid yang sifatnya keyakinan. → bahwasanya Allah itu tunggal, Allah satu-satunya yang menciptakan, satu-satunya yang memberi rezeki. satu-satunya yang mengetahui hal
yang gaib. satu satunya yang memiliki syafaat
2. Terkait tugas hamba kepada Allah. → Tauhidut tholabi Al-amali. Tauhid yang sifatnya tugas dan amalan.
Dari pembagian dua ini dirinci lagi oleh sebagian ulama tauhid tiga ini dari keterangan Ibnul Qayyim tadi.
Rububiyyah → termasuk dalam tauhid berkaitan dengan berita
Asma wa siffat → termasuk dalam tauhid berkaitan dengan berita
Uluhiyyah → termasuk dalam tauhid berkaitan dengan tugas hamba
Rubiyah → Perbuatan Allah kepada hamba. Allah sebagai Rabb. Dia yang menciptakan, Dia
yang mengatur,Dia yang memiliki, Dia yang menguasai.setelah menyebutkan definisi, mereka menyebutkan rincian.
CAKUPAN TAUHID
Tauhid itu mencakup tiga hal.
Makrifatullahi bir rububiyah. Mengenal Allah dengan seluruh rububiyahnya.
Mengakui Allah satu2nya yang maha esa
Meniadakan segala bentuk tandingan kepada Allah
Orang yang belajar tauhid, maka dia tahu siapa Rabbnya , tahu tugas dia kepada Rabbnya. Tujuan Allah ciptakan langit bumi beserta isinya adalah agar penghuninya
mempelajari, mengetahui siapa penciptanya.
Qs At Talaq 12
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan dari bumi juga seperti itu. Perintah Allah berlaku padanya (langit dan bumi) agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.
TUJUAN PENCIPTAAN MAKHLUK
Ayat yang menjelaskan tujuan penciptaan makhluk
Surah Azzariyat.ayat 56. → Beribadah kepada Allah → Tauhid Uluhiyyah
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
📖 (QS. Az-Zariyat: 56) menjelaskan tujuan utama penciptaan manusia dan jin, yaitu untuk beribadah kepada Allah — bukan sekadar untuk hidup di dunia, bekerja, atau bersenang-senang, tetapi untuk mengabdi dan tunduk kepada perintah-Nya.
Quran surah at-Talaq ayat 12. → mengenal Allah —> Tauhid Rububiyyah & Asma wa sifat
→ Allah ciptakan langit dan bumi berikut isinya Untuk mengenal Allah.
Surah al mulk ayat 2. → menguji amal → Syahadat kenabian
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
(Dialah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Mengenal Allah.
Ketika seorang hamba sudah mengenal Allah, maka yang muncul adalah rasa cinta kepada Allah.
Karena Allah bercerita tentang dirinya dalam Al-Qur'an tanpa cacatnya.
Doa dari hadits shahih:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ، فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ
Allāhumma innī as’aluka laddzan-naẓari ilā wajhika, wasy-syawqa ilā liqā’ika, fī ghairi dharrā’a muḍirrah, wa lā fitnatin muḍillah.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu yang mulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu, bukan dalam keadaan terkena bahaya atau fitnah yang menyesatkan. 📚 (HR. An-Nasai, Ahmad, dan Ibnu Hibban – hadits hasan shahih)
Kerinduan Kepada Allah berbanding lurus dengan iman.
Pengenalan iman yang dimaksud di sini adalah pengenalan hamba kepada Allah. Semakin kenal Allah akan memunculkan kerinduan yang semakin besar. Dan manusia yang paling rindu Allah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Ikuti kajian masalah asma was sifat, kajian masalah tauhid, mengenal hak Allah, mengenal siapa Allah, dan seterusnya. Karena pengaruh besar dari kajian ini membuat kita akan semakin mencintai Allah.
.png)
.png)

.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar