Kamis, 06 November 2025

[Riyadhush Shalihin] BAB 5 - MURAQABAH

 Bab 5 Muraqabah (Pengintaian) 

MUQADIMAH




Ayat2 yang terkait bab Muraqabah 


Surah

Ayat


Al-Fajr:14

“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”

Allah mengawasi seluruh amal manusia.

Al-Mu’min:19

“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”

Allah mengetahui isi hati dan pandangan mata.

Al-Ahzab:52

“Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.”

Allah mengawasi seluruh ketetapan dan perbuatan.

Asy-Syu‘ara:217–219

“Yang melihatmu ketika engkau berdiri dan pergerakanmu di antara orang-orang yang bersujud.”

Allah menyaksikan ibadah hamba-Nya, bahkan dalam keheningan sujud.


Tema besar dari ayat2 diatas adalah bahwa Allah adalah Ar-Raqīb — Sang Maha Mengawasi.
Dia melihat pandangan mata, isi hati, langkah kaki, hingga sujud seorang hamba.
Tak ada rahasia di hadapan-Nya, dan tak ada amal yang luput dari pengetahuan-Nya.


Allah Berfirman  (QS. Al-An‘ām: 59)

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan di sisi-Nya kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia.  Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan.
Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.
Tidak pula sebutir biji di kegelapan bumi, tidak yang basah dan tidak yang kering,
melainkan semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”

🌺 Makna dan Kandungan Ayat:

  1. Kunci-kunci semua yang gaib hanya di sisi Allah.”
    ➤ Tidak ada satu makhluk pun — malaikat, nabi, atau jin — yang mengetahui perkara gaib kecuali bila Allah mengizinkan.

  2. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut.”
    ➤ Ilmu Allah mencakup seluruh makhluk-Nya, baik yang tampak di permukaan bumi maupun yang tersembunyi di kedalaman samudera.

  3. “Tidak ada daun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya.”
    ➤ Sebuah perumpamaan halus: bahkan sesuatu yang sekecil daun yang jatuh tanpa suara, tidak luput dari pengetahuan Allah.

  4. Tidak pula sebutir biji dalam kegelapan bumi...”
    ➤ Allah mengetahui apa yang tertanam, tersembunyi, bahkan yang belum tumbuh — semua dalam genggaman ilmu-Nya.Sebuah biji yang jatuh di kegelapan lautan merasakan  5 kegelapan (menurut Ibnu Mas’ud)

  1. Kegelapan Tanah dimana biji tersebut terbenam

  2. Kegelapan air dalam lautan

  3. Kegelapan malam

  4. Kegelapan awan yang menggumpal 

  5. kegelapan Hujan yang turun

  1. “Melainkan semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
    ➤ Semua telah tercatat sejak dahulu, dengan ilmu dan kehendak Allah yang sempurna.

Definisi Muraqabah menurut Imam Ibnu Qayyim rahimahullah:

“المراقبة دوام علم العبد وتيقنه باطلاع الحق سبحانه وتعالى على ظاهره وباطنه.”

“Muraqabah adalah kesadaran yang terus-menerus dari seorang hamba bahwa Allah senantiasa memperhatikan zahir dan batinnya.”
(Imam Ibnu Qayyim, Madarij as-Salikin, 2/67)

Muraqabah berarti menjaga hati agar selalu sadar bahwa Allah melihat kita — di mana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun.
Ia adalah buah dari iman kepada nama dan sifat Allah: “Al-‘Alīm” (Yang Maha Mengetahui), “As-Samī‘” (Yang Maha Mendengar), dan “Ar-Raqīb” (Yang Maha Mengawasi).

Beliau juga berkata:

“من راقب الله في خواطره عصمه الله في حركات جوارحه.”

“Barang siapa yang menjaga muraqabah kepada Allah dalam lintasan hatinya, maka Allah akan menjaganya dalam gerakan anggota tubuhnya.” (Al-Fawaid, hal. 111)

⇒  Jika seseorang berhati-hati dalam niat, pikiran, dan bisikan hatinya karena merasa diawasi Allah, maka Allah akan menolongnya menjaga amal dan perbuatannya dari dosa.

Muraqabah adalah keadaan hati yang selalu sadar bahwa:

  • Allah mengetahui apa yang tampak dan yang tersembunyi,

  • Allah melihat kita ketika berdiri dan bersujud,

  • Tidak ada rahasia, niat, atau pandangan yang luput dari pengawasan-Nya.
    Inilah yang membuat seorang hamba malu untuk bermaksiat, dan tenang dalam ketaatan, karena ia merasa selalu dalam pandangan Allah.

→ Jika kita ingin mengetahui hakikat diri kita, maka lihatlah pada saat kita bersendirian 

→ Seseorang bisa ikhlas, bisa jujur, bisa tenang  jika muraqabahnya tinggi, 

→ Saat muraqabah seseorang lemah, maka dia akan jatuh dalam kemaksiatan

→ Saat muraqabah seseorang tinggi, maka godaan syaitan akan terhempas 

→ Sibukkan diri dengan satu kebaikan ke kebaikan yang lain





Kiat-kiat agar bisa mencapai Muraqabah (menurut Dr. Sa’id Al-Qahthani):

1. Keyakinan yang tinggi, sempurna bahwa Allah mengetahui segala sesuatu — yang tampak maupun tersembunyi.

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۚ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

“Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit dan di bumi. Dia mengetahui rahasiamu dan apa yang kamu tampakkan, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan.”  (QS. Al-An‘ām 3)

Keyakinan ini akan menumbuhkan rasa malu dan takut kepada Allah, sehingga seseorang menahan diri dari maksiat walau tidak ada manusia yang melihatnya.

2. Keyakinan bahwa Allah menghitung segala sesuatu walau terkecil sekalipun

Seorang yang bermuraqabah selalu merasa “Aku sedang dalam pengawasan Allah”, karena semua tercatat .

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya,
وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا
Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,

⇒ Selalu mengingat Allah dimanapun kita berada 

=> Bumi akan bersaksi terhadap setiap perbuatan manusia — di mana dia pernah sujud, berdiri, atau berbuat dosa.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (atom), niscaya dia akan melihat (balasannya),
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).

Kesadaran ini akan menumbuhkan ketenangan, ketulusan, dan keikhlasan, karena seorang mukmin tahu bahwa nilai amalnya bergantung pada pandangan Allah, bukan pandangan manusia.


3. Memahami / Mentadaburi nama2 Allah 

 11 nama Allah yang bila direnungi dengan hati, akan menumbuhkan rasa muraqabah (kesadaran bahwa Allah selalu hadir, mengawasi, dan mengetahui segala sesuatu).

  1. ٱلرَّقِيبُ – Ar-Raqīb (Yang Maha Mengawasi)
    ➤ Allah selalu memperhatikan setiap bisikan hati dan langkah hamba-Nya.
    Tidak ada tempat tersembunyi dari pengawasan-Nya.
    “Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.”
    (QS. Al-Ahzab: 52)

  1. ٱلشَّهِيدُ – Asy-Syahīd (Yang Maha Menyaksikan)
    ➤ Allah menjadi saksi atas setiap amal, baik yang tampak maupun tersembunyi.
    Semua akan disaksikan kembali di hari pembalasan.
    “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu.”
    (QS. Yunus: 29)

  1. ٱلْحَفِيظُ – Al-Hafīzh (Yang Maha Memelihara dan Menjaga)
    ➤ Allah menjaga langit, bumi, dan amal manusia.
    Dia tidak pernah lupa, tidak pernah lengah.
    “Dan Rabbku atas segala sesuatu Maha Pemelihara.”
    (QS. Hud: 57)

  1. ٱلْمُحِيطُ – Al-Muḥīṭ (Yang Maha Meliputi)
    ➤ Ilmu, kekuasaan, dan pengawasan Allah meliputi seluruh makhluk.
    Tidak ada satu pun yang bisa keluar dari genggaman-Nya.
    “Dan Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmu-Nya.”
    (QS. Ath-Thalaq: 12)

  1. ٱلْعَلِيمُ – Al-‘Alīm (Yang Maha Mengetahui)
    ➤ Allah mengetahui yang tampak dan tersembunyi, masa lalu dan masa depan, yang di hati dan di lisan.
    “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
    (QS. Al-Baqarah: 282)

  1. ٱلْخَبِيرُ – Al-Khabīr (Yang Maha Mengetahui secara mendalam)
    ➤ Allah tahu detail terdalam, tahu maksud dan niat di balik setiap amal.
    Tidak hanya mengetahui, tapi juga menyelami hakikat sesuatu.
    “Dan Dia Maha Mengetahui segala rahasia hati.”
    (QS. Al-Mulk: 14)

  1. ٱللَّطِيفُ – Al-Laṭīf (Yang Maha Lembut)
    ➤ Allah mengetahui secara halus, memberi dengan penuh kasih, dan menolong dengan cara yang tak disadari.
    Dia dekat dengan hamba-Nya dengan kelembutan yang tak terhingga.
    “Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap siapa yang Dia kehendaki.”
    (QS. Yusuf: 100)

  1. ٱلسَّمِيعُ – As-Samī‘ (Yang Maha Mendengar)
    ➤ Allah mendengar segala bisikan, doa, bahkan detak hati yang tak terucap.
    Tidak ada suara yang terlalu lirih bagi-Nya.
    “Sesungguhnya Rabbku Maha Mendengar doa.”
    (QS. Ibrahim: 39)

  1. ٱلْبَصِيرُ – Al-Baṣīr (Yang Maha Melihat)
    ➤ Allah melihat semua gerak-gerik makhluk-Nya, baik dalam terang maupun gelap.
    “Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
    (QS. Al-Hujurat: 18)

  1. ٱلْمُهَيْمِنُ – Al-Muhaimin (Yang Maha Memelihara dan Mengawasi secara penuh kuasa)
    ➤ Allah bukan hanya mengawasi, tapi juga mengatur, menilai, dan menjaga segala sesuatu dalam hikmah-Nya.
    “Dialah Al-Muhaimin.”
    (QS. Al-Hasyr: 23)

  2. ٱلْقَرِيبُ – Al-Qarīb (Yang Maha Dekat)
    ➤ Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang berdoa dan beribadah dengan ikhlas.
    Tidak ada jarak antara doa seorang hamba dengan pengawasan-Nya.
    “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
    (QS. Qaf: 16)


4. Memperbanyak mengingat Allah

Ayat yang menggambarkan kesadaran muraqabah dan kedekatan hati seorang mukmin kepada Allah melalui dzikir dan tadabbur ciptaan-Nya.

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَامًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلًۭا سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“(Yaitu) orang-orang yang senantiasa mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring,  serta mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):  Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’
(QS. Āli ‘Imrān: 191)


5. Memperbanyak membaca Al Quran dan mentadaburinya

6. Belajar Aqidah dengan lebih kuat

→ Selalu menuntut ilmu dan pelajari nama Allah 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar